Transformasi Manajemen UKM

Posted: February 16, 2010 in Non-accounting
Tags: , , ,

Usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia sering kali terasosiasikan dengan praktek “manajemen tradisional” oleh karena beberapa sebab seperti:

  • UKM yang tumbuh dan berkembang di Indonesia lebih banyak dikelola oleh perorangan (one man show) atau pun dikelola oleh satu keluarga yang berpegang teguh pada suatu tradisi pengelolaan usaha.
  • UKM yang tumbuh dan berkembang di Indonesia lebih banyak merupakan usaha yang sederhana dimana tidak dapat terlalu banyak bahan baku yang dibutuhkan, proses yang sederhana dan varian produksi yang tidak terlalu banyak.
  • Pola permintaan konsumen yang relatif tidak banyak berubah (oleh karena minimnya kompetensi).
  • Alat bantu proses dan produksi yang sederhana dan bukan tergolong berteknologi tinggi.

Di lain pihak, jenis permasalahan yang dihadapi UKM sangat beragam. Riset yang dilakukan oleh Shujiro Urata pada tahun 2000 menunjukkan bahwa salah satu masalah utama UKM di Indonesia adalah lemahnya manajemen usaha, termasuk manajemen keuangan dan akuntansi, selain juga kurangnya pengetahuan mengenai teknologi produksi, quality control, pemasaran, dan kurangnya kualitas sumber daya manusia.

Berbagai permasalahan tersebut muncul sebagai konsekuensi logis dari era globalisasi dimana dunia usaha telah dapat menembus batas-batas tradisional. UKM yang tumbuh secara tradisional kini bersaing dengan UKM mancanegara yang tumbuh di era persaingan bebas. UKM yang mampu mengatasi persaingan dan muncul lebih unggul adalah UKM yang mampu memenuhi keinginan konsumen secara cepat dan tepat dengan harga yang terjangkau, variasi produk dan layanan yang beragam. UKM unggulan tersebut adalah UKM yang mampu mengatasi kerumitan dan kompleksitas usaha yang semakin meningkat melalui praktek manajemen yang telah berkembang sesuai dengan perubahan kondisi usaha yang dapat dan terus berubah setiap saat.

Sebagai pembanding, survey yang dilakukan di Canada menyimpulkan bahwa manajemen (sisi internal UKM) merupakan faktor yang memberikan konstribusi tertinggi dalam proses pengembangan usaha dibandingkan peran pemerintah (sisi eksternal). Berangkat dari pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa manajemen merupakan salah satu unsur terpenting dalam penciptaan, pengembangan, dan pengelolaan UKM.

Lingkungan usaha berubah setiap saat menuntut UKM memiliki manajemen yang handal. Namun hal tersebut tidak dapat tercipta begitu saja tanpa melalui serangkaian proses yang terpimpin. Dalam memilih langkah yang sesuai demi memajukan UKM di Indonesia, terdapat beberapa pilihan antara lain:

  • Membiarkan UKM tumbuh secara mandiri tanpa dukungan katalis atau apapun, dengan risiko lamanya waktu yang dibutuhkan dan risiko hancurnya usaha oleh UKM yang lebih unggul dalam persaingan.
  • Membantu UKM untuk dapat mengatasi segala bentuk permasalahan, dengan risiko UKM menjadi tidak mandiri dan selalu mencari dukungan eksternal.

Untuk dapat menumbuhkan iklim pengembangan usaha yang kondusif dimana UKM dapat tumbuh dan berkembang dengan risiko yang dapat ditekan maka berikut ini ada beberapa strategi yang perlu dilakukan:

Strategi mentoring
Strategi ini merupakan upaya untuk menjalin dan membangun kerjasama dan kemitraan antara praktisi UKM yang sudah berpengalaman dan berwawasan luas dengan para praktisi pemula yang memiliki semangat berusaha dan membutuhkan pengarahan. Strategi ini dapat diterapkan salah satunya melalui kerjasama antara UKM pemula dengan UKM berpengalaman dalam sebuah kerjasama rantai pasokan. Dalam skenario tersebut diharapkan terjalinnya komunikasi dua arah antara keduabelah pihak yang dapat menjamin terciptanya rantai pasokan yang kuat berdasarkan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dan pengharapan masing-masing pihak.

Strategi inkubator bisnis.
Inkubator bisnis merupakan sebuah lingkungan dimana terjalin kerjasama antara manusia bersumber daya (seperti konsultan bisnis, ahli hukum, ahli keuangan) dan sumber daya lainnya (sarana perkantoran, pelatihan) yang dapat bermanfaat untuk memberdayakan usaha-usaha baru agar dapat tumbuh pada tahap awal dan bertahan melawan kompetisi.

Strategi klaster dan jejaring
Membangun hubungan di antara sekelompok UKM dalam rantai pasokan yang saling mendukung, melaksanakan efisiensi terhadap biaya operasional dan pengembangan, serta alih daya dan teknologi.

Strategi benchmarking
Strategi ini merupakan upaya dimana UKM dapat membandingkan tata cara, metode, proses hingga kinerja di antara sekelompok UKM maupun dengan kelompok UKM lain, dalam rangka membangun praktek terbaik (best practices)

sumber: http://www.pnm.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s