Posts Tagged ‘akuntansi’

Proses Akuntansi

Posted: May 20, 2010 in Accounting
Tags: ,

Proses akuntansi adalah serangkaian kegiatan yang diawali dengan transaksi dan berakhir dengan penutupan buku – berakhirnya seluruh proses pencatatan pada periode tertentu. Karena proses ini diulang setiap periode pelaporan, ini disebut sebagai siklus akuntansi dan mencakup langkah-langkah utama, yaitu:

  • Mengidentifikasi transaksi atau peristiwa lain dikenali
  • Menyiapkan dokumen sumber transaksi itu seperti nota pembelian, faktur dll
  • Menganalisis dan mengklasifikasikan transaksi. Langkah ini melibatkan kuantifikasi transaksi dalam bentuk uang, mengidentifikasi account yang terkena dampak dan apakah akun tersebut harus didebet atau dikreditkan.
  • Mencatat transaksi dengan membuat entri di jurnal yang sesuai, seperti jurnal penjualan, jurnal pembelian, jurnal penerimaan kas atau pengeluaran, atau jurnal umum dan entri tersebut dibuat dalam urutan kronologis.
  • Post entri jurnal umum ke buku besar. Langkah ini dilakukan selama periode akuntansi sebagai transaksi terjadi atau dalam proses batch periodik.
  • Menyiapkan neraca percobaan untuk memastikan bahwa debet kredit sama. Saldo percobaan adalah daftar dari semua buku besar, dengan debet di kolom kiri dan kredit di kolom kanan. Pada titik ini belum ada entri menyesuaikan. Jumlah aktual dari setiap kolom tidak bermakna, yang penting adalah bahwa nilai sama. Perhatikan pada saat out-of-balance kolom menunjukkan kesalahan rekaman, kolom seimbang tidak menjamin bahwa tidak ada kesalahan. Misalnya, ada transaksi yang lupa dijurnal atau rekaman dalam account yang salah tidak akan menyebabkan ketidakseimbangan.
  • Memperbaiki perbedaan dalam neraca percobaan. Jika kolom tidak seimbang, mencari kesalahan matematika, kesalahan posting, dan kesalahan perekaman. Kesalahan posting meliputi: posting dari jumlah yang salah, mengabaikan posting, posting di kolom yang salah, atau posting lebih dari sekali.
  • Siapkan jurnal penyesuaian untuk merekam / mencatat transaksi yang masih harus dibayar, ditangguhkan, dan jumlah yang diperkirakan.
  • Posting jurnal penyesuaian ke buku besar.
  • Siapkan neraca saldo disesuaikan. Langkah ini mirip dengan penyusunan neraca percobaan, tapi jurnal penyesuaian sudah ada. Memperbaiki kesalahan yang mungkin ditemukan.
  • Siapkan laporan keuangan, yang terdiri dari Neraca, Laporan Laba Rugi dan Laporan Arus Kas
  • Siapkan jurnal penutupan yang menutup rekening sementara seperti pendapatan, biaya, keuntungan, dan kerugian.
  • Posting jurnal penutup ke buku besar.
  • Siapkan neraca percobaan setelah penutupan untuk memastikan bahwa debet kredit sama. Pada proses ini, hanya account tetap muncul karena yang sementara telah ditutup.

Sumber: netmba.com & basiccollegeaccounting.com

Kasusnya adalah sebagai berikut:

Katakanlah saya sebelumnya saya sudah mempunyai 200 ekor domba (jantan 150, betina 50), misalnya untuk jantan rata2 beratnya 24 kg dan betina 20 kg dengan harga perolehan masing2 jantan 500ribu dan betina 450ribu.

  • 02-Mar Terjual 20 ekor jantan untuk aqiqah dengan harga @ 1juta tunai.
  • 05-Mar Dibeli 25 ekor jantan @ 525ribu dengan berat rata2 20 kg tunai
  • 10-Mar Terjual 15 ekor jantan untuk aqiqah @ 1juta ribu tunai 15-Mar Dibeli lagi 10 ekor jantan @ 450ribu dengan berat rata2 20kg tunai (lagi dapat harga murah)
  • 16-Mar Lahir domba jantan 2 ekor
  • 17-Mar mati domba jantan dari stok awal 2 ekor
  • 18-Mar mati domba janta dari pembelian tanggal 5 maret 1 ekor
  • 31-Mar total biaya pemeliharaan termasuk gaji, ampas tahu, bensin buat cari rumput dan lain-lain 6 juta.

Bagaimana jurnal & menghitung laba ruginya? Jawabannya ada di file excel ini. Jika ada kekurangan atau kesalahan, mohon koreksinya… 🙂

Trm kasih utk misterry – member kaskus

Apakah jurnal entri itu?

  • Jurnal entri merupakan catatan untuk transaksi akuntansi berdasarkan urutan kronologis, yaitu pada saat transaksi itu terjadi
  • Buku Besar merupakan catatan transaksi akuntansi per akun
  • Akun adalah satuan untuk mencatat dan meringkas transaksi akuntansi

Semua transaksi akuntansi dicatat melalui jurnal entri yang menunjukkan nama akun, jumlah, dan apakah akun tersebut dicatat di sisi debit atau kredit rekening.

Sisi debit dan sisi kredit inilah yang disebut pencatatan ganda atau “double entry” yang artinya:

  • Untuk merekam transaksi, sistem akuntansi menggunakan akuntansi dengan pencatatan rangkap.
  • Double-entry menyiratkan bahwa transaksi selalu dicatat menggunakan dua sisi, debet dan kredit.
  • Debit mengacu pada sisi kiri dan kredit mengacu pada sisi kanan dari entri jurnal atau akun.
  • Jumlah dari jumlah sisi debet harus sama dengan jumlah jumlah sisi kredit.
  • Sebuah jurnal disebut “seimbang” ketika jumlah jumlah sisi debit sama dengan jumlah jumlah sisi kredit.

Analisis pada Suatu Transaksi

Contoh : Pedagang A menjual produk XYZ sebesar Rp. 100.000 secara tunai

  1. Apakah yg diterima Pedagang A ? Uang / Kas
  2. Jika menerima Kas apa yg terjadi pada saldo Kas? Saldo Kas bertambah
  3. Disisi manakah jika akun Kas bertambah? sisi kiri DEBIT
  4. Apakah nama akun untuk mencatat penjualan?  Penjualan
  5. Disisi manakah jika akun Penjualan bertambah? sisi kanan KREDIT

Jadi jurnal entri adalah sebagai berikut:

.                                                Debit                        Kredit

Kas                                    Rp. 100.000                     –

Penjualan                                     –                    Rp. 100.000

DO’S

  1. Belajar akuntansi dasar sebelum Anda masuk ke bisnis, jika dirasa perlu ikut kursus
  2. Konsultasi dan menjalin hubungan baik dengan akuntan sebelum Anda mulai berbisnis
  3. Menentukan program perangkat lunak akuntansi yang terbaik bagi bisnis Anda
  4. Pada awalnya, melakukan pembukuan Anda sendiri untuk meningkatkan pengetahuan tentang akuntansi
  5. Mengatur kebijakan persediaan dan pengendalian internal termasuk perlindungan terhadap ketidakjujuran
  6. Merekonsiliasi rekening bank Anda setidaknya sekali dalam sebulan ketika laporan bank Anda diterima
  7. Memelihara dan memperbaharui pengendalian arus kas Anda setiap bulan.
  8. Jika perlu  outsourcing penggajian dan pelaporan gaji untuk gaji karyawan
  9. Siapkan laporan keuangan per bulan
  10. Catatan bisnis terpisah dari catatan pribadi Anda.

Don’ts

  1. Mendelegasikan wewenang untuk menandatangani cek kepada orang lain
  2. Menggunakan uang yang dipungut untuk pajak upah atau pajak penjualan untuk tujuan lain
  3. Aset pribadi bercampur dengan aset bisnis
  4. Memberi wewenang kepada orang lain untuk proyeksi arus kas
  5. Optimis dalam proyeksi penjualan atau konservatif dalam proyeksi pengeluaran
  6. Tidak ada dokumentasi hitam diatas putih pada setiap hal penting termasuk pembelian
  7. Membayar faktur itu tanpa memeriksa order pembelian Anda
  8. Memberi wewenang kepada orang lain untuk hubungan dengan sumber-sumber pinjaman Anda
  9. Menunda untuk membangun hubungan dengan sumber kredit (bank, dll) sampai Anda memiliki kebutuhan untuk pembiayaan
  10. Mengabaikan nasihat dari akuntan dan pengacara pada masalah keuangan dan legal

terjemahan bebas dari: http://www.myownbusiness.org

Ringkasan Pembukuan UKM

Posted: February 23, 2010 in Accounting
Tags: , ,

Slide dibawah ini menurut saya cukup informatif dan semoga bermanfaat

Para pengusaha UKM, umum sering tidak mengetahui atau melupakan unsur biaya ini dalam perhitungan laporan laba rugi. Biaya ini muncul saat memiliki / membeli barang modal untuk operasional perusahaan.

Penyusutan atau Depresiasi Aktiva Tetap adalah pengalokasian harga perolehan aktiva tetap untuk periode-periode aktiva tersebut digunakan. Suatu barang semakin lama kondisinya & nilainya akan menurun, sehingga kita perlu mengalokasikan harga perolehannya itu selama umur barang itu bisa dipakai.

Contoh – Pengusaha Warnet

Perusahaan membeli satu unit komputer seharga 6 juta, pengeluaran ini jgn langsung dibeban pada laba rugi karena komputer kan ga langsung habis seperti beli tinta atau kertas. Maka munculah yg dinamakan “biaya penyusutan”

Cara menghitung biaya penyusutan:

Dengan menggunakan metode yg paling sederhana yaitu metode garis lurus, hitung kira2 komputer itu bisa dipake berapa tahun, misalnya 5 tahun (5 x 12 = 60bulan)…nah cara ngitung biaya penyusutan per bulan adalah:
6.000.000 / 60 = 100.000

Jadi biaya penyusutan per bulan utk komputer tsb adl Rp.100.000 – jgn lupa ya…masuk ke rugi laba  😀